10 Maret 2024, awal kembalinya sesuatu yang telah lama hilang: kebebasan di atas roda dua. Setelah lebih dari dua tahun menyusuri jalan dengan berjalan, berdesakan dalam angkutan umum —bukan karena sebuah sumpah suci atau keyakinan mulia, melainkan karena tak ada pilihan lain— menumpang hidup dari kebaikan teman atau deru kendaraan pinjaman, akhirnya hari ini aku datang membawa motor yang kupanggil milikku sendiri. Bukan motor mewah, bukan yang jadi pusat perhatian di jalan, tapi semacam pernyataan sunyi: bahwa aku pernah kalah,…