Sudah setengah bulan, tapi piring-piring di meja tetap hanya bersuara sendirian. Sendok mengetuk mangkuk, tapi tak ada suara lain yang menyahut. Tidak ada ibu yang menegur kalau aku menuang teh terlalu penuh, tidak ada bapak yang menatap dari balik koran sebelum adzan Maghrib mengudara.
Aku tumbuh dengan percaya bahwa Ramadhan bukan sekadar hitungan hari, melainkan ruang di mana waktu menjadi lebih lambat, di mana meja makan bukan sekadar tempat untuk berbagi makanan, tetapi juga detik-detik yang disimpan dalam ingatan. Kini, ruang itu tetap ada, tapi terasa lebih luas—atau justru lebih sempit? Kadang aku ingin menyalahkan waktu karena terus bergerak maju tanpa menunggu orang-orang yang seharusnya masih di sini.
Bagi mereka yang masih bisa pulang tapi terhalang jarak, aku tahu, ada doa-doa yang berdesakan di dada. Sebagian dari kita sibuk bekerja di kota yang tak ramah, dihimpit deadline dan pertemuan, lalu menyadari bahwa berbuka hanya menjadi rutinitas, bukan lagi perayaan. Sahur pun tak lebih dari alarm yang mengusik kantuk tanpa ada tangan yang menyodorkan piring berisi nasi hangat.
Dan bagi mereka yang tidak bisa pulang bukan karena pekerjaan, melainkan karena rumah sudah tidak lagi lengkap—aku ingin bilang, aku mengerti. Tidak ada yang lebih sunyi dari duduk di meja yang dulu penuh suara, tapi sekarang hanya diisi oleh gema yang berputar-putar di kepala. Kita bisa menyiapkan makanan yang sama, menuang teh dengan cara yang sama, tapi tetap saja ada yang tidak kembali.
Tapi begini, kita tetap ada. Waktu bisa bergerak sesukanya, tetapi kita masih bisa menghidupkan yang tersisa. Kita bisa mengunyah sepi tanpa menelan kehampaan. Kita bisa tetap sahur dan berbuka, walau tanpa ibu yang mengingatkan atau bapak yang mendampingi. Karena pada akhirnya, kita adalah rumah bagi diri kita sendiri.
Jadi, meskipun Ramadhan kali ini masih tanpa mereka, atau tanpa kesempatan untuk duduk bersama, kita tetap berjalan. Setengah bulan lagi, dan setelah itu pun kita akan tetap berjalan, membawa kenangan seperti lentera kecil dalam perjalanan panjang.